Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanduk Setan




Perbincangan panas membara sepanjang zaman adalah perbincangan sekitar "TANDUK SETAN". Mencuatnya sebutan "tanduk setan" ini dipicu oleh berdirinya kerajaan Arab Saudi (almamlakatul arabiyah). Sangat fenomena dan mengejutkan banyak kelompok kelompok ternama didunia. Imbasnya, juga melanda Negara Indonesia yang mayoritas Islam. Muhammad bin Abdul Wahab sebagai backing utama dakwah tersebut (yang mengantar As- Saud menjadi penguasa arab) harus menuai hujatan dengan sebutan "wahabi".Tanduk Setan menjadi bingkai arab Saudi dan tokohnya, karena Muhammad bin Abdul wahablah masalahnya. Dia sebagai seorang "Nejd" sebuah daerah yang masuk kawasan Arab Saudi, merupakan "kata" yang banyak disebutkan oleh hadist Nabi , sebagai daerah "tanduk set an dan munculnya fitnah fitnah lainnya. Kata Nejd itulah yang menjadi momentum musuh musuh Syaikh Muhammad bin Abdul wahab, dengan menyebut beliau sebagai "tanduk Setan". Tentu merupakan Fitnah paling besar yang dituangkan kepadanya oleh para pembangkang tauhid. Satu tujuannya meredam dan menghancurkan dakwah tauhid di kawasan arab dan agar tidak melebar keberbagai belahan dunia lainnya.
Ketakutan kelompok kelompok pembangkang tauhid cukup beralasan karena mereka tidak mendapatkan kekuasaan sebagaiman menjadi impian mereka "menguasai kota Mekkah", juga karena semua kelompok Islam di dunia ini bermimpi untuk menjadi penguasa mekkah guna menjadi pelayan "tanah suci" dengan tata cara dan aturan mereka. Juga karena para petinggi umat merasa tidak dilibatkan untuk mengurus "tanah suci". Di samping alasan alasan situ situs sejarah yang digusur oleh penguasa arab Saudi, Padahal tidaklah demikian bagi Islam, lain pula alasannya. Situ situs sejarah yang menggiring manusia lebur dalam paganisme, sudah seharusnya dihancurkan. Itulah sikap Islam. Kalau memang situs sejarah itu penting berapa banyak pengausa masa lalu sebelum Islam itu di hancurkan oleh "Allah".
Sedangkan kalau dibaca, semua hadist itu yang menggambarkan "Tanduk setan" itu hadistnya saling berkaitan :

  • Nejd : "Tanduk Setan", Gempa bumi . dan Gelombang Fitnah (Sebutan Nejd inilah yang mendatangkan tafsir bahwa Nejd tersebut adalah Nejd yang di wilayah Riyadh).

  • Iraq : "Tanduk Setan", Gempa Bumi dan Gelombang Fitnah (Iraq ini sengaja dihilangkan oleh Mereka, dan bahkan kelompok yang anti wahabi mencoba mendustakan hadist tersebut dengan menyebut hadist tersebut "tidak ada" )

  • Arah Yaman :"Tanduk setan", Gempa bumi dan gelombang fitnah ( hadist ini juga sengaja dilibas oleh mereka bahkan dikesankan seolah tak pernah ada).

  • Masyriq (timur) dari arah Madinah: "Tanduk Setan", Gempa bumi dan gelombang fitnah. (ini yang menjadi sumber masalah mencuat kepermukaan, sehingga menimbulkan tanggapan dan bantahan, menolak hadist dengan cara melihat peta, hanya karena penyebutan kata "timur" dari arah madina, yang difokuskan oleh mereka pada tempat lahirnya Muhammad bin Abdul wahab).
Ibnu Hajar sendiri dalam syarah Muslim menyebutkan kalau Nejd tersebut adalah lembah di Iraq, bukan Nejd di Riyadh, Namun penjelasan ibnu hajar ini tidak digubris oleh mereka. Mereka dengan sengaja membantah dan mendustai hadist hadist demi ambisi yang sangat politis dan penuh rekayasa (kompilatif) .Dampaknya di Indonesia, paling getol dan paling ambisi dan agitatif menyuarakan " Tanduk Setan " itu adalah aswaja, para pewaris Islam wali songo yang berada pada naungan NU, berbagai buku diterbitkan dengan menyudutkan "Muhammad bin Abdul Wahab sebagai tertuduh "Tanduk Setan". Ironi dan mengejutkan karena tulisan tulisan yang mengarahkan tuduhannya pada Abdul wahab lebih banyak caci makinya, ketimbang pendapat disiplin akademisi. Gara gara "Tanduk Setan" di pahami salah, kedengkian dan kebencian tersebar dikalangan tokoh tokoh umat yang kebetulan mentah cara berpikirnya, sehingga emosinya mendorong mereka menabuh gendrang perang dengan pekik " Perangi Tanduk Setan Wahabi". Miris benar dan menyisakan pecahan beling yang dapat melukai banyak orang.
Semoga Negara Ini tidak kacau hanya karena tiupan setan yang meniupkan seruling tanduk setan. Sebab masalahnya Indonesia juga ada di timur…..Jangan jangan tanduk setannya ada di Indonesia…..? Salam Damai Tanduk Setan

Alexandre The Great

Read Users' Comments (0)

0 Response to "Tanduk Setan"

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, 02 Agustus 2012

Tanduk Setan

Diposting oleh vicky slanker di 8/02/2012 05:12:00 AM



Perbincangan panas membara sepanjang zaman adalah perbincangan sekitar "TANDUK SETAN". Mencuatnya sebutan "tanduk setan" ini dipicu oleh berdirinya kerajaan Arab Saudi (almamlakatul arabiyah). Sangat fenomena dan mengejutkan banyak kelompok kelompok ternama didunia. Imbasnya, juga melanda Negara Indonesia yang mayoritas Islam. Muhammad bin Abdul Wahab sebagai backing utama dakwah tersebut (yang mengantar As- Saud menjadi penguasa arab) harus menuai hujatan dengan sebutan "wahabi".Tanduk Setan menjadi bingkai arab Saudi dan tokohnya, karena Muhammad bin Abdul wahablah masalahnya. Dia sebagai seorang "Nejd" sebuah daerah yang masuk kawasan Arab Saudi, merupakan "kata" yang banyak disebutkan oleh hadist Nabi , sebagai daerah "tanduk set an dan munculnya fitnah fitnah lainnya. Kata Nejd itulah yang menjadi momentum musuh musuh Syaikh Muhammad bin Abdul wahab, dengan menyebut beliau sebagai "tanduk Setan". Tentu merupakan Fitnah paling besar yang dituangkan kepadanya oleh para pembangkang tauhid. Satu tujuannya meredam dan menghancurkan dakwah tauhid di kawasan arab dan agar tidak melebar keberbagai belahan dunia lainnya.
Ketakutan kelompok kelompok pembangkang tauhid cukup beralasan karena mereka tidak mendapatkan kekuasaan sebagaiman menjadi impian mereka "menguasai kota Mekkah", juga karena semua kelompok Islam di dunia ini bermimpi untuk menjadi penguasa mekkah guna menjadi pelayan "tanah suci" dengan tata cara dan aturan mereka. Juga karena para petinggi umat merasa tidak dilibatkan untuk mengurus "tanah suci". Di samping alasan alasan situ situs sejarah yang digusur oleh penguasa arab Saudi, Padahal tidaklah demikian bagi Islam, lain pula alasannya. Situ situs sejarah yang menggiring manusia lebur dalam paganisme, sudah seharusnya dihancurkan. Itulah sikap Islam. Kalau memang situs sejarah itu penting berapa banyak pengausa masa lalu sebelum Islam itu di hancurkan oleh "Allah".
Sedangkan kalau dibaca, semua hadist itu yang menggambarkan "Tanduk setan" itu hadistnya saling berkaitan :

  • Nejd : "Tanduk Setan", Gempa bumi . dan Gelombang Fitnah (Sebutan Nejd inilah yang mendatangkan tafsir bahwa Nejd tersebut adalah Nejd yang di wilayah Riyadh).

  • Iraq : "Tanduk Setan", Gempa Bumi dan Gelombang Fitnah (Iraq ini sengaja dihilangkan oleh Mereka, dan bahkan kelompok yang anti wahabi mencoba mendustakan hadist tersebut dengan menyebut hadist tersebut "tidak ada" )

  • Arah Yaman :"Tanduk setan", Gempa bumi dan gelombang fitnah ( hadist ini juga sengaja dilibas oleh mereka bahkan dikesankan seolah tak pernah ada).

  • Masyriq (timur) dari arah Madinah: "Tanduk Setan", Gempa bumi dan gelombang fitnah. (ini yang menjadi sumber masalah mencuat kepermukaan, sehingga menimbulkan tanggapan dan bantahan, menolak hadist dengan cara melihat peta, hanya karena penyebutan kata "timur" dari arah madina, yang difokuskan oleh mereka pada tempat lahirnya Muhammad bin Abdul wahab).
Ibnu Hajar sendiri dalam syarah Muslim menyebutkan kalau Nejd tersebut adalah lembah di Iraq, bukan Nejd di Riyadh, Namun penjelasan ibnu hajar ini tidak digubris oleh mereka. Mereka dengan sengaja membantah dan mendustai hadist hadist demi ambisi yang sangat politis dan penuh rekayasa (kompilatif) .Dampaknya di Indonesia, paling getol dan paling ambisi dan agitatif menyuarakan " Tanduk Setan " itu adalah aswaja, para pewaris Islam wali songo yang berada pada naungan NU, berbagai buku diterbitkan dengan menyudutkan "Muhammad bin Abdul Wahab sebagai tertuduh "Tanduk Setan". Ironi dan mengejutkan karena tulisan tulisan yang mengarahkan tuduhannya pada Abdul wahab lebih banyak caci makinya, ketimbang pendapat disiplin akademisi. Gara gara "Tanduk Setan" di pahami salah, kedengkian dan kebencian tersebar dikalangan tokoh tokoh umat yang kebetulan mentah cara berpikirnya, sehingga emosinya mendorong mereka menabuh gendrang perang dengan pekik " Perangi Tanduk Setan Wahabi". Miris benar dan menyisakan pecahan beling yang dapat melukai banyak orang.
Semoga Negara Ini tidak kacau hanya karena tiupan setan yang meniupkan seruling tanduk setan. Sebab masalahnya Indonesia juga ada di timur…..Jangan jangan tanduk setannya ada di Indonesia…..? Salam Damai Tanduk Setan

Alexandre The Great

0 komentar on "Tanduk Setan"

Posting Komentar